Pandangan Islam Bayi Tabung

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kemajuan pengetahuan dan ilmu teknologi yang baik pada saat ini banyak membawa pengaruh positif bagi kehidupan masa sekarang, dengan adanya pengetahuan yang luas dan ilmu pengetahuan yang tinggi maka semakin banyak pulalah hal-hal yang dapat di lakukan manusia untuk membantu kehidupan di masa sekarang, khususnya di bidang kesehatan yang mengalami banyak perubahan dalam proses pengobatan maupun alat-alat medis yang di gunakan di rumah sakit .
Namun semakin tingginya pengetahuan tersebut banyak pulalah hal yang bertentangan terhadap pandangan norma kehidupan secara khususnya menurut pandangan agama oleh sebab itulah penulis sangat tertarik mengambil judul “Pandangan Agama Islam Bayi Tabung”
Sesuai dengan berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kehidupan jaman sekarang banyak hal yang mesti harus di ketahui oleh semua kalangan masyarakatsecara khususnya dari sudut pandangan agama
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan Umum : Agar kita mampu untuk memahami dan mengetahui bagaimana         pandangan agama Kristen protestan terhadap cloning dan bayi tabung.  
Tujuan Khusus :Setelah  mengetahui bagaimana pandangan agama Kristen protestan  terhadap      cloning dan bayi tabung , kita harus bisa mengerti dan memahami  bagaimana pandangan agama Kristen protestan terhadap cloning dan bayi tabung.
1.      Mengetahui pengertian  Cloning.
2.      Mengetahui pengertian Bayi tabung.
3.      Mengetahiu pandangan agama kristen protestan terhadap cloning
4.      Mengetahui pandangan agama kristen protestan  terhadap bayi tabung.
1.3       Manfaat Penulisan
1.3.1      Teori
Manfaat makalah ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan bagi para mahasiswa/mahasiswi STIKES Eka Harap agar lebih mengetahui dan memahami bagaimana pandangan agama Kristen protestan  terhadap cloning dan bayi tabung.
1.3.2       Praktis
Manfaat yang kami harapkan dalam penulisan makalah ini,  agar dapat di jadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan penunjang pendidikkan bagi mahasiswa/mahasiswi STIKES Eka Harap.
 1.4         Rumusan Masalah
1.       Bagaimana sejarah dan pengertian Cloning ?
2.      Bagaimana  sejarah dan pengertian Bayi Tabung?
3.      Bagaimana pandangan agama Kristen protestan terhadap proses Cloning ?
4.      Bagaiman pandangan agama Kristen protestan terhadap proses Bayi Tabung ?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1   Sejarah  Dan Pengertian Cloning
            Sejarah Cloning : Sejarah kloning muncul pertama kali pada tahun 1960 oleh Gurdon, percobaan Gurdon yang pertama kali dilakukanya  terhadap berudu, yaitu dengan menaruh gen ke dalam sel berudu tersebut. Percobaan ini berhasil melahirkan berudu baru namun berudu tersebut tidak bisa tumbuh menjadi katak dewasa dan akhirnya mati terurai oleh air.
Pada tahun 1980 percobaan dilanjutkan oleh para ilmuwan di Granada yang melakukan transfer nukleus pada sapi ternak untuk memperbanyak produksi daging pada sapi miliknya. Steen Willadsen memiliki reputasi brilian untuk memasuki bidang baru yaitu pada tahun 1980, dia berhasil di pusat riset hewan Cambridge, ia menerapkan teknik kloning gurdon pada katak dipeternaka. Orang yang pertama menggunakan embrio domba lalu menanamnya kedalam sel telur domba dengan membuang nukleusnya. Ia adalah orang yang pertama kali menemukan lima embrio domba kloning pertama. Willadsen ingin mengembangkan teknik ini secara komersil ia bergabung dengan perusahaan ternak di texas, Granada Corporation. Ia mencoba menerapkan kloning pada sapi.
Dr. Charles Looney dan Dr. Frank Barnes  di ajak ke Granada Corporation untuk mengembangkan penelitian yang dimulai oleh Steen Willadsen, bersama Ian wilmuth mereka berhasil mengkloning sapi, akan tetapi ada sisi sedihnya bahwa anak sapi ini ada yang tidak normal ketika melahirkan anak sapi tersebut sangat besar dan ada sapi yang berbobot 180 pound. Dua kali berat normal. Anak sapi ini banyak yang mati. Sehingga menyebabkan penelitian ini tidak dapat dilanjutkan hingga ditemukan penyebab kenaikan bobot sapi tersebut.  Banyak sapi yang terkena diabetes. Sebagian memiliki jantung yang membesar,dan mengalami penyakit diabetes sejak lahir.
 Percobaan ini berhasil melahirkan 1000 sapi dari 3000 sel hasil transfer nukleus. Selanjutnya, hewan kloning baru yang dihasilkan lewat penelitian Dr. Ian Willmut seorang ilmuwan Skotlandia pada 23 Februari 1997, untuk pertama kali membuktikan bahwa kloning dapat dilakukan pada hewan mamalia dewasa yaitu domba. Domba itu diberi nama domba Dolly. Kloning domba Dolly merupakan peristiwa penting dalam sejarah kloning. Dolly dapat direproduksi tanpa bantuan domba jantan, melainkan diciptakan dari sebuah sel kelenjar susu yang di ambil dari seekor domba betina. Dalam proses ini Dr. Ian Willmut menggunakan sel kelenjar susu domba finndorset sebagai donor inti sel dan sel telur domba blackface sebagi resepien. Sel telur domba blackface dihilangkan intinya dengan cara mengisap nukleusnya keluar dari selnya menggunakan pipet mikro pada. Kemudian, sel kelenjar susu domba finndorset  didifusikan (digabungkan) dengan sel telur domba blackface yang tanpa nukleus.
Dalam Proses penggabungan ini dibantu oleh tegangan listrik sebesar 25 volt, sehingga terbentuk fusi antara sel telur domba blackface tanpa nucleus dengan sel kelenjar susu domba finndorsat. Hasil dari  fusi ini kemudian berkembang menjadi embrio dalam tabung percobaan dan kemudian dipindahkan ke rahim domba blackface. Kemudian embrio berkembang dan lahir dengan ciri-ciri sama dengan domba finndorset. Kuncinya yaitu proses transfer nukleus dilakukan pada fase diam sel sehingga tidak merusak siklus nukleus dan sub protein yang mengelilinginya. Pada percobaan tersebut telah dilakukan sebanyak 277 kali percobaan untuk mendapatkan kloning tersebut.
            Pengertian cloning  yaitu : gen-gen yang direkombinasi dan di kembangkan. Cloning berasal dari kata “clone” yang diturunkan dari bahasa Yunani “klon” yang artinya potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman. Kata ini digunakan dalam dua pengertian (1) klon sel adalah sekelompok sel yang identik sifat-sifat genetiknya, semua berasal dari satu sel. (2) klon gen atau molekuler adalah sekelompok salinan gen yang bersifat identik yang direplikasi dari satu gen yang dimasukan dalam sel inang.
Proses Cloning manusia dapat digambarkan seperti ditunjukkan dan dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :
·         Mempersiapkan sel stem : suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai sel tubuh. Sel ini diambil dari manusia yang hendak dikloning. Sel stem diambil inti sel yang mengandung informasi geneti kemudian dipisahkan dari sel.
·         Mempersiapkan sel telur : suatu sel yang diambil dari sukarelawan perempuan kemudian intinya dipisahkan. Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur
·         Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan. Setelah membelah (hari kedua) menjadi sel embrio.
·         Sel embrio yang terus membelah (disebut blastosis) mulai memisahkan diri (hari ke lima) dan siap diimplantasikan ke dalam rahim.
·         Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik persis sama dengan sel stem donor.
Dari pengertian kloning dan prosesnya di atas yang menghasilkan individu baru dan mempunyai sifat genetik yang “identik” (sama). Sifat “identik” inilah yang akan coba dibahas dalam koridor ruang – waktu proses kloning.
Ada beberapa jenin kloning yang di kenal :
1.      Cloning DNA rekombinan
Kloning ini merupakan pemindahan sebagian rantai DNA yang diinginkan dari suatu organisme pada satu element replikasi genetik, contohnya penyisipan DNA dalam plasmid bakteri untuk mengklon satu gen.
2.      Cloning Reproduktif
Merupakan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan hewan yang sama, contohnya Dolly dengan suatu proses yang disebut SCNT (Somatic Cell Nuclear Transfer).
3.      Cloning Terapeutik
Merupakan suatu kloning untuk memproduksi embrio manusia sebagai bahan penelitian. Tujuan utama dari proses ini bukan untuk menciptakan manusia baru, tetapi untuk mendapatkan sel batang yang dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit.
2.2       Sejarah Dan Pengertian Bayi Tabung
                  Sejarah Bayi Tabung : Penemuan bayi tabung dipelopori sejumlah dokter Inggris.  Bayi tabung pertama lahir ke dunia ialah Louise Brown. Ia lahir di Manchester, Inggris, 25 Juli 1978 atas pertolongan Dr. Robert G. Edwardsdan Patrick C. Steptoe.  Sejak itu, klinik untuk bayi tabung berkembang pesat.  Teknik bayi tabung ini telah menjadi metode yang membantu pasangan subur yang tidak mempunyai anak akibat kelainan pada organ reproduksi anak pada wanita.
Sejak kelahiran Louise Brown, teknik bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) semakin populer saja di dunia. Di Indonesia, teknik bayi tabung (IVF) ini pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak-Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, pada 1987.  Teknik bayi tabung yang kini disebut IVF konvensional itu berhasil melahirkan bayi tabung pertama, Nugroho Karyanto, pada 2 Mei 1988.  Setelah itu lahir sekitar 300 "adik" Nugroho, di antaranya dua kelahiran kembar empat.
Kesuksesan perdana program bayi tabung yang dilakukan secara konvensional/In Vitro Fertilization (IVF) dengan lahirnya Louise Brown membuat program ini semakin diminati oleh negara-negara di dunia.  Di Indonesia, sejarah bayi tabung yang pertama dilakukan di RSAB Harapan Kita, Jakarta, pada tahun 1987.   Program bayi tabung tersebut akhirnya melahirkan bayi tabung pertama di Indonesia, yakni Nugroho Karyanto pada tahun 1988.  Baru setelah itu mulai banyak bermunculan kelahiran bayi tabung di Indonesia.  Bahkan jumlahnya sudah mencapai 300 anak.  Kesuksesan program bayi tabung tidak begitu saja memuaskan dunia kedokteran.  Upaya untuk mengukir tinta emas sejarah bayi tabung terus berlanjut.
Pengertian Bayi Tabung : Bayi tabung adalah individu atau bayi yang pembuahannya terjadi diluar tubuh wanita, dengan cara mempertemukan sel gemete (ga-met) betina (ovum) dengan sel jantan (spermatozoon) dalam sebuah bejana (petri disk) yang didalam bejana telah disediakan medium yang cocok (suhunya dan lembabnya) dengan didalam rahim sehingga ayigote (hasil pembuahan) yang terjadi dari dua sel tadi menjadi morulla (moerbei) dan kemudian menjadi blastuta (pelembungan).  Pada stadium blastuta calon bayi dimasukkan (diinflantasikan) dalam selaput lendir wanita yang siap untuk dibuahi dalam masa subur (sekresi). Teknik ini biasa dikenal dengan Fertilisasi in Vitro (FIV).
Jadi bayi tabung adalah metode untuk membantu pasangan subur yang mengalami kesulitan di bidang pembuahan  sel telur wanita oleh sel sperma pria.  Secara teknis, dokter
mengambil sel telur dari indung telur wanita dengan alat yang disebut  laparoscop ( temuan dr. Patrick C. Steptoe dari Inggris ).  Sel telur itukemudian diletakkan dalam suatu mangkuk kecil dari kaca dandipertemukan dengan sperma dari suami wanita tadi. Setelah terjadi pembuahan di dalam mangkuk kaca itu tersebut, kemudian hasil pembuahan itu dimasukkan lagi ke dalam rahim sang ibu untuk kemudian mengalami masa kehamilan dan melahirkan anak seperti biasa.
            Tahap sel telur di buahi :
·         Pengambilan sel telur : Sel telur yang telah matang diambil di suatu ruangan dalam klinik yang mirip dengan kamar operasi. Lalu anda  akan diberi anestesi ringan dan dokter akan menggunakan panduan ultrasonografi untuk  mengumpulkan sel-sel telur dengan pelacak ( probe )
·         Menggabungkan sel telur dan sperma : Setelah berhasil diambil, sel telur anda yang telah matang akan digabungkan dengan sperma yang baru dikeluarkan oleh pasangan anda dalam cairan khusus di cawan petri, siap untuk pembuahan. Setiap sel telur yang dibuahi akan dipantau secara ketat.
·         Memantau sel telur : Selama dua atau tiga hari, teknisi laboratorium akan mengamati dengan saksama perkembangan sel telur. Jika satu atau beberapa sel telur mulai membelah, anda akan dipanggil kembali untuk menjalani pemindahan sel telur ke dalam rahim anda.
·         Pemindahan embrio ke dalam rahim : Melalui prosedur yang lebih mirip pemeriksaan apusan leher rahim yang tidak membutuhkan obat penenang, sel-sel telur yang telah di buahi akan dipindahkan secara hati-hati ke dalam rahim melalui kateter dengan menggunakan ultrasonografi sebagai pemandu.
2.3      Pandangan Agama Kristen Protestan Tehadap Proses Cloning
            Sekalipun Alkitab tidak secara khusus membicarakan topik mengenai kloning manusia, ada prinsip-prinsip Alkitab yang dapat memberi pencerahan. Kloning membutuhkan sel-sel DNA dan embrio untuk dapat berhasil. Pertama-tama DNA dikeluarkan dari inti sel makhluk itu. Materi itu, yang mengandung kode informasi genetik, kemudian ditempatkan dalam inti dari sel embrio. DNA dari sel yang menerima informasi genetik yang baru harus disingkirkan supaya bisa menerima DNA baru. Kalau sel menerima DNA baru, maka embrio duplikat akan terbentuk. Namun sel embrio bisa saja menolak DNA baru dan mati. Juga sangat mungkin bahwa embrio itu tidak dapat bertahan hidup setelah informasi genetik yang asli dikeluarkan dari intinya. Dalam banyak kasus, ketika kloning diupayakan, beberapa embrio digunakan sekaligus untuk meningkatkan peluang keberhasilan penanaman materi genetik yang baru. Sekalipun mungkin saja untuk makhluk duplikat diciptakan dengan cara semacam ini (misalnya domba Dolly), kemungkinan untuk berhasilnya menduplikasikan suatu makhluk hidup tanpa ada variasi, dan tanpa adanya komplikasi, adalah amat sangat tipis

             Pandangan Kristen mengenai proses kloning manusia dapat ditelaah dalam terang beberapa prinsip Alkitabiah. Pertama, umat manusia diciptakan dalam rupa Allah, dan karena itu, bersifat unik. Kejadian 1:26-27 menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam rupa dan gambar Allah, dan bersifat unik dibandingan dengan ciptaan-ciptaan lainnya. Jelaslah bahwa itu adalah sesuatu yang perlu dihargai dan tidak diperlakukan seperti komoditas yang dijual atau diperdagangkan. Sebagian orang mempromosikan kloning manusia dengan tujuan untuk menciptakan organ pengganti untuk orang-orang yang membutuhkan pengcangkokan namun tidak dapat menemukan donor yang cocok. Pemikirannya adalah mengambil DNA sendiri dan menciptakan organ duplikat yang terdiri dari DNA itu sendiri akan sangat mengurangi kemungkinan penolakan terhadap organ itu. Walaupun ini mungkin benar, masalahnya melakukan hal yang demikian amat merendahkan kehidupan manusia. Proses kloning menuntut penggunaan embrio manusia; dan walaupun sel dapat dihasilkan untuk membuat organ yang baru, untuk mendapatkan DNA yang diperlukan beberapa embrio harus dimatikan. Pada hakikatnya kloning akan “membuang” banyak embrio manusia sebagai “barang sampah,” meniadakan kesempatan untuk embrio-embrio itu bertumbuh dewasa.

                Mengenai apakah klon memiliki jiwa, kita lihat kembali pada penciptaan hidup. Kejadian 2:7 mengatakan, “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Inilah gambaran Allah menciptakan jiwa manusia. Jiwa adalah siapa kita, bukan apa yang kita miliki (1 Korintus 15:45).
Banyak orang percaya bahwa hidup tidak dimulai pada saat pembuahan dengan terbentuknya embrio, dan karena itu embrio bukan betul-betul manusia. Alkitab mengajarkan hal yang berbeda. Mazmur 139:13-16 mengatakan, “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” Penulis, Daud, menyatakan bahwa dia dikenal secara pribadi oleh Allah sebelum dia dilahirkan, berarti bahwa pada saat pembuahannya dia adalah manusia dengan masa depan dan Allah mengenal Dia dengan dekat.
Selanjutnya, Yesaya 49:1-5 berbicara mengenai Allah memanggil Yesaya untuk melayani sebagai nabi ketika dia masih berada dalam kandungan ibu. Yohanes Pembaptis juga dipenuhi dengan Roh Kudus ketika dia masih berada dalam kandungan (Lukas 1:15). Semua ini menunjuk pada pendirian Alkitab bahwa hidup dimulai pada saat pembuahan.
 Lebih dari itu, kalau manusia diciptakan, tentulah ada Sang Pencipta, dan karena itu manusia tunduk dan bertanggung jawab kepada Sang Pencipta itu. Sekalipun pandangan umum – pandangan psikologi sekuler dan humanistik – mau orang percaya bahwa manusia tidak bertanggung jawab kepada siapapun kecuali dirinya sendiri, dan bahwa manusia adalah otoritas tertinggi, Alkitab mengajarkan hal yang berbeda. Alkitab mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia, dan memberi manusia tanggung jawab atas bumi ini (Kejadian 1:28-29 dan Kejadian 9:1-2). Dengan tanggung jawab ini ada akuntabilitas kepada Allah. Manusia bukan penguasa tertinggi atas dirinya dan karena itu dia tidak dalam posisi untuk membuat keputusan sendiri mengenai nilai hidup manusia. Ilmu pengetahuan juga bukan otoritas yang menentukan etis tidaknya kloning manusia, aborsi, atau eutanasia. Menurut Alkitab, Allah adalah satu-satuNya yang memiliki hak kedaulatan mutlak atas hidup manusia. Berusaha mengontrol hal-hal sedemikian adalah menempatkan diri pada posisi Allah.
              Kalau kita melihat manusia semata-mata sebagai salah satu ciptaan dan bukan sebagai ciptaan yang unik, dan manusia adalah ciptaan yang unik, maka tidak sulit untuk melihat manusia tidak lebih dari peralatan yang perlu dirawat dan diperbaiki. Namun kita bukanlah sekedar kumpulan molekul dan unsur-unsur kimia. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah menciptakan setiap kita dan memiliki rencana khusus untuk setiap kita. Lebih lagi, Dia menginginkan hubungan pribadi dengan setiap kita, melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Sekalipun ada aspek-aspek kloning manusia yang mungkin bermanfaat, umat manusia tidak punya kontrol terhadap arah perkembangan teknologi kloning. Adalah bodoh kalau beranggapan bahwa niat baik akan mengarahkan penggunaan kloning. Manusia tidak dalam posisi untuk menjalankan tanggung jawab atau memberi penilaian yang harus dilakukan untuk mengatur kloning manusia.
 2.4    Pandangan Agama Kristen Protestan Terhadap Proses Bayi Tabung
            Masalah utama di dalam bayi tabung dari perspektif  Kristen adalah berhubungan dengan embrio-embrio “yang terbuang” Sebagian besar metode-metode dalam teknologi reproduksi memaksa untuk mengorbankan banyak embrio guna mendapatkan satu embrio yang lebih unggul dan dapat bertahan hidup.  Dengan kata lain sengaja menyebabkan kematian manusian.
Alkitab dengan jelas berkata bahwa kita tidak berdaulat atas hidup kita sendiri. “Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil” (Ayub 1:21). Selain itu juga, Allah berkata kepada Musa, “Akulah yang mematikan dan Akulah yang menghidupkan” (Ulangan 32:39). Allah yang menciptakan kehidupan (Kejadian 1: 21,27) dan dia sendirilah yang menopangnya (Kis 17:28). Karena itu kita tidak mempunyai hak untuk mengambil hidup yang tidak bersalah (Kej 9:6, Kel 20:13). Segala sesuatu dalam hidup ini adalah atas kuasa Tuhan. Dengan demikian jelas bahwa bukan manusia yang berkuasa untuk menciptakan kehidupan. Bayi tabung merupakan kegiatan yang melanggar ketetapan Allah karena manusia berusaha menciptakan kehidupan.
Secara medis, teknik bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) tidak dipermasalahkan.  Tetapi menurut iman Kristen sebaiknya tidak dilakukan walaupun jika dalam proses IVF sel telur dan sperma yang digunakan memang dari pasangan suami-istri yang sah.  Karena jika tidak, apa bedanya dengan perzinahan.
Namun demikian, IVF juga menyisakan masalah yang jika dilihat dari iman Kristen tidaklah diperbolehkan. Masalahnya adalah dalam proses IVF, IVF akan mengambil beberapa sel telur dan sperma dari pasangan suami-istri tersebut sehingga nanti akan tercipta beberapa “batch” hasil pembuahan. Batch yang menunjukkan hasil pembuahan terbaiklah yang kemudian akan dikembangkan selanjutnya dalam rahim si ibu. Sementara hasil pembuahan lain yang juga berhasil terjadi tetapi dianggap “kualitasnya kurang prima” dibuang/dimusnahkan.  Pemusnahan bayi-bayi yang lain ini yang termasuk dalam pembunuhan, yang berarti melanggar hukum ke-6.  Teknik bayi tabung yang dikembangkan kemudian ternyata juga tidak menjawab masalah-masalah yang ditimbulkan, bahkan memperrumit dan menambahnya dengan masalah pelik yang baru.
BAB III
KESIMPULAN
3.1              Kesimpulan
Penulis mengambil kesimpulan dari Cloning dan bayi tabung
3.2          Saran
                                                     Daftar Pustaka
·         Parker Catharine – Littler. Konsultasi Kebidanan . Jakarta : Erlangga.copyright 2008.
·         Ebrahim Mohsin Fadl Abdul. Kloning,Euthanasia,Transfusi darah,Transplantasi organ,dan Eksperimen pada hewan. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.2004.
·         www.sejarah Cloning blogspot eka widia.com
·         www.pandanganagamablogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pandangan Islam Bayi Tabung"

Posting Komentar